

JAKARTA, 2 November 2026 – SMX01, pusat data (data center) yang berlokasi di kawasan pusat bisnis Jakarta, resmi mencapai status Ready for Service (RFS). Fasilitas ini dikembangkan oleh SM+ Data Centers, bagian dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), melalui kemitraan dengan Korea Investment Real Asset Management (KIRA) dan LG Sinar Mas (LGSM). Kehadiran SMX01 menambah kapasitas komputasi yang siap mendukung kebutuhan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia, seiring meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur pusat data di Asia Tenggara. Kini, SMX01 telah mulai beroperasi dan siap melayani kebutuhan komputasi pelanggan.
SMX01 menghadirkan standar rekayasa pusat data global serta investasi jangka panjang dari Korea Selatan ke Indonesia, ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pusat data ini memiliki kapasitas beban TI sebesar 21 megawatt (MW) dan dapat terus dikembangkan secara modular seiring pertumbuhan permintaan. Fleksibilitas ini menjadi semakin relevan ketika AI, layanan cloud, dan berbagai aplikasi digital membutuhkan pusat data yang mampu mendukung komputasi dengan kebutuhan daya yang semakin tinggi.
Peluncuran SMX01 berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital
Seiring meningkatnya permintaan, pertumbuhan pusat data di Asia Tenggara mulai meluas ke lebih banyak pasar. Fasilitas seperti SMX01 dapat melengkapi hub pusat data yang telah lebih dahulu berkembang di Asia Tenggara, terutama untuk beban kerja AI dan cloud yang perlu ditempatkan dekat dengan pengguna di Indonesia sekaligus tetap terhubung dengan jaringan regional yang lebih luas.
SMX01 juga menjadi langkah penting dalam pengembangan jaringan SM+ Data Centers. Dengan memperhitungkan akuisisi yang baru-baru ini diumumkan, jaringan SM+ mencakup 31 pusat data di 25 kota di Indonesia, termasuk 30 dge data center.
“Kebutuhan komputasi kini semakin beragam. Sebagian masih menjalankan sistem konvensional, sementara sebagian lainnya mulai membutuhkan kapasitas dengan performa yang jauh lebih tinggi untuk AI. Karena itu, kami membangun SMX01 agar kapasitasnya dapat berkembang sejalan dengan pertumbuhan pasar dan kebutuhan pelanggan,” kata Herson Suindah, President Director dan Group CEO SM+ Holdings.
Ketiga mitra memainkan peran yang saling melengkapi dalam pengembangan fasilitas ini. SM+ Data Centers, bagian dari SM+ Holdings yang didukung oleh Sinar Mas, memiliki dan mengelola SMX01, sementara KIRA berperan sebagai mitra investasi. LGSM, perusahaan patungan (joint venture) antara LG CNS dan SM+, memimpin aspek desain, konstruksi, serta operasional teknis fasilitas.
“Kesiapan sebuah pusat data untuk mendukung AI tidak dapat diukur hanya dari jumlah rak. Kapasitas daya, sistem pendinginan, dan kemampuan struktur dalam menahan beban harus direncanakan secara terintegrasi sejak awal. Pendekatan inilah yang kami bawa berdasarkan pengalaman kami membangun dan mengoperasikan pusat data di Korea maupun berbagai pasar global,” kata Donghyup Han, CEO LG Sinar Mas.
Kapabilitas tersebut juga harus didukung oleh operasional yang andal. Sistem daya dan pendinginan SMX01 dirancang mengacu pada standar hingga Tier IV, dengan dukungan sistem cadangan yang memungkinkan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan maupun selama proses pemeliharaan.
Selain menawarkan kapasitas komputasi yang tinggi, SMX01 juga didukung konektivitas yang luas untuk melayani kebutuhan pelanggan domestik maupun internasional. Fasilitas ini dikembangkan sebagai pusat data carrier-neutral yang terhubung dengan berbagai penyedia layanan internet. Empat titik akses jaringan serta koneksi ke jaringan Edge data center milik SM+ memungkinkan operasional komputasi di Jakarta terhubung dengan pengguna di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Efisiensi energi juga menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan SMX01, terutama untuk mengakomodasi kebutuhan daya yang besar dalam komputasi AI. Sebagai salah satu dari sedikit pusat data di Asia Tenggara dengan kapabilitas tersebut, SMX01 dirancang agar seluruh data hall dapat menggunakan teknologi liquid cooling maupun sistem pendinginan udara konvensional.
Pendekatan ini membantu menekan Power Usage Effectiveness (PUE) secara signifikan. PUE merupakan indikator yang membandingkan total konsumsi energi sebuah pusat data dengan energi yang secara langsung digunakan oleh perangkat TI.
Efisiensi sumber daya juga menjadi perhatian dalam operasional SMX01. Selain memanfaatkan pasokan air perkotaan dan air hujan, fasilitas ini menerapkan sistem pendinginan chilled water dengan sirkulasi tertutup, sehingga air dapat digunakan kembali secara berkelanjutan untuk mengurangi konsumsi air.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan pengelolaan lingkungan yang lebih luas, mencakup pengolahan air, pengelolaan air limbah, penanganan bahan kimia, serta pemantauan operasional. Seluruhnya melengkapi berbagai inisiatif efisiensi energi dan target PUE SMX01.
Bagi KIRA, kesiapan operasional SMX01 juga menjadi tonggak penting dalam investasi jangka panjang perusahaan di sektor infrastruktur digital Indonesia.
“Pencapaian status Ready for Service oleh SMX01 merupakan tonggak investasi yang penting karena mengubah modal jangka panjang menjadi infrastruktur digital yang telah beroperasi dan dapat mendukung fase pertumbuhan digital Indonesia berikutnya. Kami melihat fundamental pasar Indonesia tetap kuat dan kami senang dapat terus bekerja sama dengan SM+ Data Centers dan LG Sinar Mas saat fasilitas ini beralih dari tahap pengembangan menuju operasional,” kata Yong Sik Kim, CEO KIRA.
Menurut ketiga mitra, SMX01 telah menarik minat yang kuat dari calon pelanggan global, regional, maupun domestik. Setelah peluncuran, ketiga pihak akan segera berfokus pada proses onboarding pelanggan dan stabilisasi operasional.
Para mitra memandang SMX01 sebagai titik awal untuk membangun ekosistem carrier-neutral tempat penyedia layanan cloud, operator jaringan, perusahaan, serta pengembang AI dapat saling terhubung. Standar dan kemitraan yang menjadi fondasi SMX01 juga dirancang agar dapat dikembangkan ke lokasi lain seiring munculnya kebutuhan kapasitas baru di Indonesia dan, pada tahap berikutnya, berpotensi diperluas ke kawasan Asia Tenggara.
“Seiring pesatnya perkembangan AI dan cloud yang mendorong perubahan kebutuhan komputasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Asia Tenggara. Pengembangan infrastruktur ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, dan kami berkomitmen untuk terus berkontribusi bersama mitra lintas industri dan negara,” tutup Suindah.
***
Tentang SM+
Didirikan pada 2023 dan berbasis di Jakarta, SM+ merupakan platform infrastruktur dan layanan digital yang didukung oleh Sinar Mas, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. SM+ beroperasi di bawah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk., induk usaha pilar bisnis Energi & Infrastruktur Sinar Mas.
Segmen SM+ Data Centers memiliki dan mengelola 31 pusat data di berbagai wilayah Indonesia, dengan total kapasitas beban TI operasional hampir 45 MW. Sementara itu, segmen SM+ Technology Solutions beroperasi sebagai penyedia layanan TI dan integrator sistem melalui perusahaan patungan LG Sinar Mas.
Tentang KIRA
Korea Investment Real Asset Management (KIRA) merupakan perusahaan manajemen aset yang berfokus pada investasi dan pengelolaan dana di kelas aset alternatif, termasuk real estat dan infrastruktur. Per Juni 2026, aset kelolaan atau assets under management (AUM) KIRA telah mencapai lebih dari US$8,5 miliar.
KIRA merupakan anak perusahaan langsung Korea Investment Holdings (KIH), perusahaan induk jasa keuangan non-bank pertama di Korea Selatan, dengan total aset sebesar US$103 miliar pada 2025.
Tentang LG Sinar Mas
LG Sinar Mas (LGSM) merupakan perusahaan patungan antara LG CNS, perusahaan layanan TI dan pusat data terkemuka asal Korea Selatan, dengan SM+, platform infrastruktur dan layanan digital milik Sinar Mas.
LGSM berfokus mendorong transformasi teknologi bagi sektor jasa keuangan, telekomunikasi, dan industri di Indonesia, dengan kapabilitas yang mencakup Business Application Services, Data & AI, serta IT Operations & Infrastructure.
Kapabilitas tersebut diperkuat oleh SMX01, pusat data Tier IV yang siap mendukung kebutuhan AI, yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan oleh LGSM. Fasilitas ini mencerminkan keahlian LGSM sebagai mitra tepercaya dalam merancang dan mengoperasikan infrastruktur digital berstandar global.
Tentang PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Didirikan pada tahun 1996, DSSA adalah perusahaan energi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia dan bagian dari Sinar Mas. DSSA bergerak di bidang pertambangan, energi baru dan terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, dan bahan kimia. Melalui investasi strategis, DSSA berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dssa.co.id atau hubungi:
Marissa Anugrah
Div Head of Corporate Communications
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk