

Jakarta, 02 Juli 2026 - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ("DSSA") mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026. DSSA membukukan pendapatan usaha sebesar USD 693,2 juta dan laba periode berjalan mencapai USD 118,5 juta. Per 31 Maret 2026, DSSA juga mencatat total aset sebesar USD 4,6 miliar dan posisi ekuitas sebesar USD 2,4 miliar.
Pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya penetrasi internet, serta akselerasi transformasi digital di berbagai sektor mendorong kebutuhan akan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi, andal, dan berkapasitas tinggi. Di tengah perubahan tersebut, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan oleh layanan yang berdiri sendiri, melainkan oleh kemampuan menghadirkan ekosistem digital yang terintegrasi dari konektivitas hingga layanan bernilai tambah. Sebagai bagian dari strategi tersebut, DSSA juga mengumumkan penyelesaian pengambilalihan saham PT Bali Media Telekomunikasi ("BMT"), perusahaan yang memiliki 24,57% saham di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk ("EXCL"). Melalui aksi korporasi ini, DSSA memperoleh kepemilikan tidak langsung di EXCL melalui BMT, sekaligus memperkuat posisi DSSA dalam memperluas kapabilitas Perseroan di sektor telekomunikasi sekaligus memperkuat fondasi ekosistem digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan jangka panjang.
Pengembangan Ekosistem Infrastruktur Digital dan Teknologi
Infrastruktur digital dan teknologi akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan strategis DSSA yang terus menunjukkan peningkatan kinerja. Pada kuartal pertama 2026, DSSA mencatat kontribusi pendapatan usaha dari bisnis infrastruktur digital dan teknologi sebesar USD 69,1 juta, melonjak 50,0% dari USD 46,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan kapabilitas konektivitas digital nasional pasca-merger PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (“MoraRepublic”). MoraRepublic saat ini mengoperasikan jaringan fiber optic untuk backbone dan access sepanjang lebih dari 166 ribu kilometer, menjangkau lebih dari 12,7 juta homepass, dan melayani lebih dari 2 juta pelanggan ritel, dan lebih dari 17 ribu pelanggan bisnis di Indonesia.
Di sisi infrastruktur digital, Seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, komputasi berkinerja tinggi, dan kecerdasan buatan (“AI”), DSSA melalui PT SMPlus Digital Investama (“SM+”) terus memperluas kapasitas pusat data nasional. Setelah menyelesaikan tahap topping off pembangunan flagship data center Jakarta SMX01 pada Mei 2026, SM+ kini melanjutkan penyelesaian fasilitas Tier-IV AI-ready ini berkapasitas lebih dari 18 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada kwartal IV tahun 2026. SM+ saat ini juga mengembangkan 25 Edge Data Center untuk mendukung layanan komputasi berlatensi rendah dan pemrosesan data waktu nyata untuk mendukung kebutuhan kebutuhan sektor telekomunikasi, bisnis, dan AI. Kapabilitas ini kian diperkuat melalui pembentukan PT Brilian Teknologi Sejahtera – perusahaan patungan yang didirikan melalui kemitraan strategis dengan iFLYTEK, untuk menghadirkan solusi berbasis Machine Learning dan ekosistem AI untuk berbagai sektor industri.
Melalui integrasi konektivitas, pusat data, komputasi edge, dan AI, DSSA membangun platform infrastruktur digital end-to-end yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia.
Diversifikasi Portofolio Energi melalui Tiga Pilar Strategis
Selain mengembangkan infrastruktur digital, DSSA saat ini berfokus pada tiga pilar utama. Di bisnis pertambangan, DSSA menerapkan inisiatif green mining melalui elektrifikasi armada operasional untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi karbon. Di bisnis panas bumi, pengembangan dilakukan melalui PT Daya Mas Bumi Sentosa - perusahaan patungan yang dibentuk melalui kemitraan strategis bersama PT FirstGen Geothermal Indonesia (entitas anak usaha Energy Development Corporation). Portofolio tersebut memiliki potensi pengembangan hingga mencapai 440 MW yang tersebar di sejumlah wilayah prosprektif di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah. Di bisnis energi surya, DSSA memperkuat rantai pasok energi bersih melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di Kawasan Ekonomi Khusus - Kendal. Ketiga inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen DSSA dalam mendukung transisi energi dan pencapaian netral karbon Indonesia pada tahun 2050.
Strategi bisnis yang mengintegrasikan energi berkelanjutan dan instrastruktur digital dan teknologi ini memperkuat posisi DSSA di tingkat regional. Pada tahun 2026, DSSA menempati peringkat ke-124 dalam Fortune Southeast Asia 500 sebagai salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan DSSA membangun model bisnis yang tangguh dan terdiversifikasi, dengan dua mesin pertumbuhan utama - energi berkelanjutan dan infrastruktur digital dan teknologi - yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masa depan.
Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, menyampaikan, "Kinerja kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketangguhan fundamental bisnis DSSA dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi. Kami yakin bahwa energi berkelanjutan dan infrastruktur digital dan teknologi akan menjadi dua pilar pertumbuhan utama DSSA masa depan. Karena itu, DSSA akan terus mengembangkan investasi pada aset strategis, memperkuat kapabilitas teknologi, dan memperkuat kemitraan jangka panjang untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan."
Ke depan, DSSA akan terus mengembangkan ekosistem yang mengintegrasikan energi berkelanjutan dan infrastruktur digital dan teknologi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Melalui investasi pada energi rendah karbon, konektivitas digital, pusat data, komputasi berbasis AI, dan teknologi masa depan lainnya, DSSA berkomitmen memperkuat daya saing sekaligus mendukung percepatan transformasi digital dan transisi energi di Indonesia.
Tentang PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Didirikan pada tahun 1996, DSSA adalah perusahaan energi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia dan bagian dari Sinar Mas. DSSA bergerak di bidang pertambangan, energi baru dan terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, dan bahan kimia. Melalui investasi strategis, DSSA berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dssa.co.id atau hubungi:
Marissa Anugrah
Head of Corporate Communications
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk