Map Location Dot Sinar Mas Land Plaza, Tower II, Lantai 24

Jl. M.H. Thamrin No. 51 Jakarta 10350, Indonesia.

Phone 622131990258

Envelope corsec@dss.co.id

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Tata Kelola Perusahaan
  • Hubungan Investor
  • Keberlanjutan
  • Karir

Bisnis Kami

  • Pertambangan
  • Energi Baru & Terbarukan
  • Teknologi
  • Bahan Kimia
  • Investasi

Bantuan

  • Pernyataan Privasi
  • Ketentuan Penggunaan
  • Peta Situs
Header Image

Siaran Pers

  1. BerandaChevron Right
  2. Siaran PersChevron Right
  3. Resmi Beroperasi, Satelit N5 Dukung Kemandirian Antariksa Nasional
13 Mei 2026

Resmi Beroperasi, Satelit N5 Dukung Kemandirian Antariksa Nasional

WIL08732.JPG

Jakarta, 13 Mei 2026 – Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) secara resmi memasuki tahap operasional dan siap dikomersialisasikan setelah berhasil diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 12 September 2025 lalu. Kesuksesan ini menandakan babak baru bagi Satelit N5 untuk mendukung peningkatan kapasitas dan konektivitas layanan internet serta digital di seluruh wilayah Indonesia sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan kedaulatan antariksa nasional.

Peresmian beroperasinya Satelit N5 dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Kepala Staf Kepresidenan Prof. Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, President of Boeing Satellite System International Inc Ryan Reid, Ketua Badan Penasehat Asosiasi Antariksa Indonesia Burhanuddin Abdullah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Antariksa Indonesia Aryo Djojohadikusumo, Komisaris Utama PSN Group Sofyan Djalil, Komisaris PSN Group Retno Marsudi, Komisaris PSN Erry Riana, dan Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, serta seluruh pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam proyek ini.

Satelit N5 akan memainkan peran strategis dan krusial dalam meningkatkan layanan di sektor pendidikan, kesehatan, layanan pemerintah, ekonomi digital, pertahanan dan keamanan serta wilayah lainnya yang sampai saat ini belum menikmati layanan internet berkualitas tinggi, khususnya yang berada di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Share to

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia hadir dalam berbagai konteks di kancah internasional, tidak hanya dalam geopolitik namun juga antariksa. Saat ini, konektivitas digital di Indonesia sudah mencapai 80% dari total populasi yang telah terhubung layanan internet. Artinya, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah sekitar 20% agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan internet berkualitas tinggi.

“Keinginan kami agar 280 juta warga Indonesia bisa terhubung dan tidak tidak hanya daerah-daerah di dekat Jawa, tapi berbagai daerah lainnya sampai Sabang, Merauke, Rote, dan Miangas. Kami meyakini kehadiran Satelit N5 demi menjaga tiga pilar Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Kami mengucapkan apresiasi kepada PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Satelit Nusantara Lima atas keberhasilan dalam menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan, peluncuran, hingga pengoperasian Satelit N5 yang menjadi satelit dengan kapasitas terbesar di Asia,” kata Meutya dalam sambutannya.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso menjelaskan beroperasinya Satelit N5 merupakan simbol penting bagi negara dalam mempertahankan kemandirian nasional di bidang antariksa. Selain itu, kehadiran Satelit N5 merupakan bentuk dari peningkatan kekuatan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di Asia, dengan memberikan layanan hingga ke Malaysia dan Filipina. Sampai saat ini, Indonesia adalah pemain terbesar industri satelit internet di Asia dengan total kapasitas 403 Gbps.

“Kami meluncurkan Satelit N5 sebagai bentuk nyata bahwa PSN Group terus berusaha untuk mewujudkan Indonesia bisa terus beperan di panggung dunia. Dengan kapasitas terbesar di Asia, Indonesia memiliki kapasitas satelit yang terjamin dan membuka babak baru untuk melangkah lebih maju dalam

pengembangan industri antariksa. Teknologi satelit dan kegiatan antariksa kini sudah menjadi kebutuhan,” ujar Adi Rahman.

Satelit N5 menjadi satelit terbesar di Asia dengan spesifikasi Very High Throughput Satellite (VHTS) berkapasitas 160 Gbps yang dirancang untuk mendukung transformasi digital nasional ke seluruh pelosok Indonesia dan negara-negara di ASEAN seperti Filipina dan Malaysia. Menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam yang bekerja di frekuensi Ka-band, satelit berbobot 7,8 ton tersebut dilengkapi dengan sistem propulsi hybrid yaitu menggunakan propulsi kimia dan elektronik Xenon-Ion (XIPS), yang sepuluh kali lebih efisien dibandingkan satelit konvensional.

Dalam mendukung operasional dan layanan, Satelit N5 memiliki 7 stasiun bumi yang berada di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, dan Kupang. Tersebarnya stasiun bumi mulai dari Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur agar layanan Satelit N5 dapat menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan akses internet. Satelit ini pun dirancang hingga masa operasional lebih dari 15 tahun.

“Teknologi satelit kini menjadi salah satu indikator kekuatan dan kemandirian bangsa, kita harus berani untuk bergantung kepada kapasitas nasional yang dimiliki sendiri. Pentingnya sovereign capability bagi Indonesia berkaitan erat dengan kemampuan bangsa untuk mandiri, mengontrol, dan memiliki kendali penuh atas sektor-sektor strategis yang melindungi kepentingan nasional. Antariksa adalah salah satu simbol hak kedaulatan bangsa,” ujar Adi Rahman.

President of Boeing Satellite System International Inc Ryan Reid mengatakan keberhasilan Satelit N5 memperpanjang capaian positif kolaborasi antara Indonesia dan Boeing dalam pemanfaatkan teknologi antariksa untuk memberikan layanan internet terbaik bagi masyarakat. Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau, teknologi satelit yang diciptakan Boeing merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi kesenjangan masyarakat dalam mengakes internet.

“Kami turut bangga dapat menjadi bagian penting dari keberhasilan Satelit N5 yang kini memulai perjalanan barunya memberikan layanan internet terbaik bagi masyarakat Indonesia yang selama ini mengalami keterbatasan akses. Kesuksesan ini juga menandakan bahwa kolaborasi Boeing bersama PSN membawa Indonesia semakin terdepan dalam penggunaan teknologi antariksa,” ujar Ryan Reid.

Cerdiq, Layanan Internet Berbasis Satelit

Sebagai wujud dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia, PSN menghadirkan produk terbaru yaitu Cerdiq. Adi Rahman menjelaskan Cerdiq merupakan user terminal yang dibuat dengan konsep simplicity dan lightweight yang didesain tim Research & Development PSN. Produk tersebut nantinya akan menggunakan konektivitas Satelit N5.

Adi Rahman meneruskan Cerdiq merupakan bagian dari salah satu program PSN guna meningkatkan kemandirian nasional, memajukan industri dalam negeri, dan mengedepankan optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi produk-produk PSN. Harapannya agar bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan membangun ekosistem antariksa nasional demi mencapai space sovereign capability. Dalam perjalanan bisnis besar ini, tujuan yang jelas adalah fondasi yang kemudian akan menentukan arah pembangunan Indonesia serta menjadi

acuan bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama. Perjalanan ini akan mendukung para generasi muda untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di angkasa,” tutup Adi Rahman.

  • Karir
  • Hubungi Kami