

Jakarta, 2 April 2026 – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX: DSSA) (“DSSA” atau “Perseroan”) menegaskan komitmennya dalam mendukung kebutuhan makro Indonesia akan transisi energi serta konektivitas digital melalui sinergi infrastruktur digital dan transisi energi yang bertanggung jawab. Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan adopsi Energi Baru Terbarukan (EBT), transformasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta perluasan infrastruktur digital melalui solusi AI dan pemerataan akses informasi demi membangun masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering yang menjadi forum diskusi strategis untuk berbagi perspektif mengenai dinamika industri serta arah pengembangan bisnis DSSA ke depan.
Fokus pada Pengembangan EBT sebagai Arah Jangka Panjang
Manajemen DSSA menegaskan bahwa sektor energi tetap menjadi fondasi bisnis Perseroan dengan fokus pada operasional yang efisien dan berkelanjutan. Strategi ini diwujudkan melalui penguatan sustainable mining practices, mulai dari peningkatan efisiensi energi hingga pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.
Langkah nyata ini telah diimplementasikan melalui akselerasi elektrifikasi armada operasional (EV fleets) di PT Borneo Indobara (BIB). Inisiatif tersebut tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga memelopori transisi menuju green mining di sektor pertambangan. Dengan adopsi teknologi ini, Perseroan memastikan operasional tetap relevan dengan kebutuhan energi masa depan sekaligus secara aktif menekan emisi karbon.
DSSA secara bertahap terus memperkuat portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya pada sektor panas bumi dan tenaga surya, untuk menciptakan bauran energi yang lebih seimbang. Langkah ini menjadi strategis mengingat Indonesia memiliki sekitar 40% potensi panas bumi global, yang merupakan sumber baseload energi hijau paling andal dalam jangka panjang.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi 1 GW di KEK Kendal serta pengembangan proyek panas bumi melalui PT DSSR Daya Mas Sakti. Dengan total potensi mencapai 440 MW, Perseroan kini tengah mengakselerasi eksplorasi di enam wilayah strategis—mulai dari Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah. Guna memperkuat kapabilitas teknis dan operasional, DSSA juga menjalin kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia yang merupakan anak usaha Energy Development Corporation (EDC).
“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan. Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan—mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” ujar Lokita Prasetya, Wakil Presiden Direktur DSSA.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen DSSA untuk mencapai carbon neutrality pada tahun 2050 melalui pendekatan transisi yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
Perkuat Infrastruktur Digital untuk Tangkap Peluang Pertumbuhan
Seiring pertumbuhan ekonomi digital, DSSA terus memperkuat bisnis di sektor infrastruktur digital & teknologi untuk mendukung kebutuhan konektivitas dan pengelolaan data di Indonesia.
Langkah strategis ini diperkuat melalui kemitraan dengan iFLYTEK untuk mengakselerasi transformasi berbasis AI di Indonesia, termasuk pengembangan solusi Machine Learning dan kapabilitas analitik melalui ASIX. Sinergi ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih cerdas dan efisien di berbagai sektor industri.
“Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo Budiman, Direktur DSSA.
Saat ini, DSSA juga mengoperasikan jaringan fiber optic sekitar 57.000 km, dengan lebih dari 9 juta homepass dan sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Skala ini menjadi fondasi untuk memperluas akses digital di berbagai wilayah.
Penguatan infrastruktur ini juga didukung oleh pengembangan jaringan data center nasional yang mencakup 24 Edge Data Center di 23 pasar strategis dari Medan hingga Manado untuk memastikan pemrosesan data dengan latensi rendah. Selain itu, Perseroan tengah menyiapkan Flagship Hub Jakarta SMX01, sebuah fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas awal 18 MW di jantung CBD Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026.
Peluang pasar masih terbuka besar, dengan sekitar 50 juta masyarakat yang belum terlayani internet secara optimal dan potensi pasar telekomunikasi nasional mencapai sekitar USD 29 miliar. Pasar fixed broadband sendiri diproyeksikan tumbuh sekitar 10% setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk menangkap peluang tersebut, DSSA menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan jaringan fiber melalui Moratelindo, pengembangan data center, serta eksplorasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Memperkuat Posisi Strategis DSSA dalam Ekosistem AI Nasional
Sepanjang 2026, DSSA juga menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat struktur bisnis, termasuk rencana stock split serta penjajakan kerja sama di sektor energi dan teknologi.
DSSA menegaskan bahwa pengembangan bisnis akan dilakukan secara bertahap dengan menjaga kekuatan di sektor energi, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di sektor digital.
David Audy, Direktur DSSA menambahkan, “Kami melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi Artifical Inteligence (AI) dimana adopsi AI ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata. Karena itu DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus mempercepat pengembangan portofolio energi rendah emisi seperti geothermal. Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data.“
“Dengan fondasi ini, DSSA berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI di Indonesia.”, lanjut David.
Tentang PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Didirikan pada tahun 1996 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009, DSSA adalah perusahaan energi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia dan merupakan salah satu pilar bisnis Sinar Mas. Saat ini, DSSA memiliki empat lini bisnis utama, yaitu pertambangan, energi baru dan terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, dan bahan kimia. Melalui entitas anaknya, DSSA menyediakan beragam produk dan layanan, termasuk batu bara, listrik, layanan TV berbayar, layanan internet, layanan pusat data, dan bahan kimia.
Dengan mengedepankan investasi strategis dan ekspansi berkelanjutan, DSSA berkomitmen untuk membangun nilai jangka panjang dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berorientasi masa depan dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Marissa Anugrah
Head of Corporate Communications
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.